Gazebo dan Fakta Unik yang Menyertainya

Bagi Anda yang memiliki taman atau area luar ruangan yang luas, tentu tidak asing dengan bangunan yang satu ini. Walaupun ukurannya tidak besar, namun ia memberikan fungsi peneduh yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat melepas lelah. Selain di taman, ia juga sering diletakkan di daerah dengan pemandangan yang menarik.

Gazebo kayu  juga sering diletakkan di sekitaran tempat wisata alam maupun buatan. Selain sebagai tempat teduh dan bersantai, Anda juga bisa bercengkarama dengan teman atau keluarga di tempat ini, sembari menikmati pemandagan di tempat wisata, atau menyantap makanan. Oleh karena fungsinya yang digunakan untuk menikmati panorama, ia dibuat tanpa sekat dan setiap sisinya terbuka. Untuk menggantikannya, ia menggunakan tiang peyangga sebagai pengganti tembok.

Sejarah Gazebo

Terdapat berbagai jenis dan model bentuk dari bangunan ini. Tidak hanya di Indonesia, Anda juga bisa menemukannya di berbagai peradaban yang ada di seluruh dunia, misalnya di Mesir, Yunani, Romawi, Cina, dan lainnya. Dewasa ini, semua negara memiliki penyebutan yang berbeda mengenai bangunan hias ini.

Menurut para peneliti antropolgii, keberadaan gazebo merupakan adaptasi dari perubahan lingkungannya. Di wilayah dengan iklim yang hangat, banyak orang yang tetap menginginkan aktifitas luar ruangan, terutama menikmati keindahan kebun, taman, atau pemandangan alam lainnya di siang atau sore hari. Karena itu. negara tropis memiliki tingkat keberagaman yang cukup tinggi mengenai arsitekturnya.

Pada era kolonialisme, bangunan ini identik dengan rumah-rumah orang kaya dan bangsawan. Karena belum memiliki pendingin ruangan, pada musim panas, suhu naik dan membuat mereka tidak nyaman dengan rasa gerah dan keringat. Inilah yang kemudian membuatnya menjadi bangunan peneduh di taman atau kebun.

Sebab, di kedua tempat tersebut, angin bertiup lebih sejuk dengan adanya pepohonanan. Melewati musim panas di dalam rumah adalah pilihan yang buruk, karena tekanan udara panas yang cukup tinggi. Karena itu, gazebo menjadi pilihan untuk melewati siang hari sekaligus tempat bercengkarama antar anggota keluarga.

Karena identik dengan musim panas, maka penyebutannya menjadi summer house. Walaupun di wilayah lain, nama tersebut akan berubah mengikuti kultur budaya lokal yang berkembang di wilayah tersebut.

Fungsi Adanya Gazebo

Dari namanya, ga-ze-bo merupakan adaptasi dari bahasa asing yang terserap ke dalam bahasa Indonesia. Pencipta pertama istilah ini adalah William dan John Halfpenny. Keduanya merupakan arsitek kenamaan dari wilayah Inggris Raya. Awalnya mereka menulis sejarah adanya bangunan ini sebagai awal pengembangan bentuk.

Mereka menemukan, terdapat persamaan fungsi dari gazebo Eropa dengan pagoda yang terdapat di wilayah Asia. Fungsinya sama, yakni sebagai tempat teduh luar ruangan untuk menikmati pemandangan. Perbedaannya terdapat dalam arsitektur bangunan. Pagoda memiliki corak dan bentuk yang lebih rumit, dengn bentuk bertingkat ke atas dengan dekorasi yang sarat dengan kebudayaan lokal Asia.

Dahulu, bangunan peneduh ini difungsikan untuk kegiatan yang lebih romantis, misalnya untuk pasangan muda yang ingin bercengkrama dan memisahkan diri dari keriuhan keluarga. Fungsi lainnya adalah tempat berdiskusi, tempat melangsungkan pernikahan dengan konsep garden party ataupun tempat menyadap kudapan ringan di pagi atau sore hari.

Gazebo di Indonesia

Di Indonesia penyebutan gazebo pada awalnya tidak begitu umum. Istilah tersebut sering digunakan sebagai rumah peneduh kecil yang terdapat di rumah orang Eropa. Namun, di Indonesia sendiri terdapat sebtutan lokal untuk bangunan tersebut. Untuk masyarakat Jawa misalnya, mereka lebih sering menyebutkan bangunan ini sebagai gubug karena memiliki fungsi sama.

Berbeda dengan orang Sunda, penyebutannya digantikan dengan istilah saung. Secara makna, ia memiliki kemiripan dengan gubug. Namun, gubug atau saung ini tidak diletakkan di rumah. Mereka meletakannya di sawah sebagai tempat istirahat setelah melakukan akifitas agraria. Rumah orang Jawa dan Sunda biasanya tidak memiliki kebun atau taman yang digunakan sebagai tempat melihat panorama atau sight-seeing. Sehingga jarang menemui gubug diletakkan di dekat rumah.

Berbeda dengan pendopo, bangunan persegi yang bentuknya menyerupai gazebo ini memiliki ukuran yang cukup besar. Diletakkan di depan rumah tradisonal masyarakat Jawa, ia memiliki fungsi sebagai tempat menerima tamu. Umumnya akan ada pemisahan antara pendopo dengan bangunan rumah utama. Keduanya akan disambungkan dengan koridor, baik terbuka atau tertutup.

Walaupun memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda, namun terlihat bahwa masyarakat Indonesia masa lampau telah familiar dengan konsep bangunan ini. Karena perbedaan kultur, wilayah, dan iklim, maka terdapat banyak hal yang akhirnya membedakan kedua jenis bangunan tersebut.

Gazebo yang dimiliki oleh orang Eropa misalnya, ia menggunakan bahan yang kokoh dan kuat. Biasanya mengunakan batu bata, beton, ataupun kerangka besi. Ukurannya juga lebih kecil dengan tambahan beberap furnitur, yang paling umum ditemui adalah meja dan kursi. Kadang ditambahan rak untuk keperluan khusus.

Pemilihan bahan yang kokoh tersebut  bukan tanpa alasan. Cuaca yang buruk dan seringnya terjadi badai di musim gugur dan dingin, membuat bangunan ini harus bisa bertahan tanpa perawatan ataupun pembangunan ulang.

Berbeda dengan saung atau gubug yang ada di Indonesia. Bahan yang digunakan cukup sederhana, biasanya perpaduan antara kayu dan bambu. Pendopo lebih sering menggunakan kayu berkualitas tinggi, seperti jati atau mahoni untuk ketahanan fisik bangunan. Pemilihan bahan tersebut lebih disebabkan karena mudahnya ditemukan bahan baku, daripada mementingkan kekuatan fisik.

Namun bukan berarti bangunan gazebo khas Indonesia ini lemah. Sering ditemui saung atau gubug yang tetap bertahan selama bertahun-tahun jika dirawat dengan benar. Apabila kayu telah lapuk, pergantian bisa dilakukan, sehingga bentuk fisik bangunan tetap kuat dan terawat.

Jenis-Jenis Gazebo

Berdasarkan bentuk dan fungsinya, terdapat jenis yang berbeda-beda untuk gazebo. Anda yang berniat mendirikan bangunan peneduh ini dalam waktu dekat, bisa mengikuti beberapa konsep dan arsitektur berikut. Anda bisa memadukannya dengan taman yang indah, ataupun kolam ikan. Penyesuain bentuk arsitektur bisa dicocokan dengan konsep rumah yang Anda miliki. Berikut merupakan beberapa jenisnya.

 1. Jenis Rotundas

Jenis ini memiliki desain dengan atap melingkar dan bulat, bisa polos atau menggunakan dekoasi. Umumnya memiliki bentuk kubah, baik penuh dengan material padat ataupun menggunakan material yang transparan dan terbuka. Penggunaan kerangka yang dipadukan dengan sulur menjadi pilihan yang sering dipilih sebagai alternatif bentuk kubah.

Model bangunan ini kurang lebih mengadopsi bentuk arsitektur dari benua Eropa. Aksesoris lain yang bisa Anda tambahkan adalah lampu hias di sekitar leher kubah, sebagai tambahan penerangn di malam hari. Anda juga bisa menggunakan tanaman bersulur untuk membuat kesan yang sejuk dan lebih segar.

 2. Jenis Kanopi Otentik

Gazebo kanopi otentik memiliki bentuk atap yang di desain berbeda dengan bentuk biasanya. Atap yang digunakan biasanya merupakan bahan alami, seperti terpal atau penggunaan tumbuhan berserat alami sebagai penutup bangunan. Nuansa yang diberikan lebih terlihat alami dan tradisional.

Penggunaan atap dari bahan alami, sesuai dengan iklim yang terdapat di Indonesia. Jika cuaca sedang panas, suhu di dalam bangunan peneduh kecil ini cenderung lebih stabil. Untuk area taman, tanamlah beberapa tumbuhan di sekitarnya untuk menambah kesan alami dan natural.

3. Gazebo Taman Ukir

Gaya gazebo taman ukir saat ini banyak disukai, hal ini dikarenakan model gazebo taman ukir memberikan desain yang lebih cantik pada sebuah taman rumah, selain itu desain yang di buat dengan tambahan ukir akan memberikan kesan lebih klasik pada gazebo tersebut.

Model ukiran yang di buat langsung oleh pengrajin jepara asli akan membuat ukiran lebih menarik, karena memang pengrajin ukir di jepara sudah sangat terkenal dan juga sangat profesional, jadi tidak perlu ragu karena hasil ukirannya pun akan sangat menarik.

4. Gazebo Bambu Unik

Desain gazebo bambu memang terlihat unik, apalagi bahan bambu sangat jarang sekali untuk di gunakan apalagi untuk hal furniture. Tapii.. untuk pembuatan sebuah gazebo banyak di minati karena bahan bambu terbilang lebih ringan serta bahannya pun mudah di cari.

Desain gazebo bambu bisa di desain sedemikian rupa tergantung dari pemesan tersebut, bisa di buat standar, segi 5 atau desain unik lainnya, lebih indah lagi jika atap gazebo di buat dari welit atau sirap.

Terdapat jenis dan desain lain yang bisa Anda eksplor apabila tertarik untuk membuat gazebo, salah satu yang paling terpopuler saat ini adalah gazebo Taman Surabaya, gazebo jakarta dan masih banyak lainnya.  Anda juga tidak harus mengikuti semua arahan terkait bahan dan bentuk arsitektur. Akan lebih baik apabila bisa disesuaikan dengan iklim, bahan yang digunakan, serta budget yang tersedia.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai gazebo, mulai dari sejarahnya secara umum, fungsi, keberadaannya di Indonesia, dan jenis-jenisnya. Semoga dengan informasi tersebut, pengetahuan Anda terkait bangunan ini bisa bertambah.

 

 

Showing all 2 results